Sebulan sudah bulan suci ramadhan di jalani oleh seluruh umat islam dan menjadi awal pembuka bagi mereka untuk kembali fitri, setelah sebulan penuh berpuasa, melaksanakan shalat tarawih dan bertadarus serta menjalankan amal-amal kebaikan di bulan suci ramadhan. Lebaran sebagai sebuah tradisi hari di mana bagi umat islam merayakan kemenangan yang sejati selain untuk memberi maaf dan meminta maaf tetapi untuk kumpul bersama keluarga tercinta.
Rabu tanggal 6 juni 2019 nampaknya menjadi kebahagian bagi salah satu tokoh aktivis muda dari pamijahan Muhamad Janwar, hari ini tentu menjadi kebahagiaan yang seutuhnya bagi umat islam maupun yang merayakan lebaran. Inilah kemenangan yang sesungguhnya dan sejati momentum idul fitri ini harus menjadi bagian introspeksi diri kita menjadi lebih baik lagi dari bulan bulan yang lalu, karena di momen lebaran adalah untuk tidak lain hanya kata maaf. Selain kembali ke fitri tetapi ada hal lain untuk lebih meningkatkan tali jalinan silaturahmi dan menyatukan kembali yang sempat terputus sesama keluarga, tetangga, teman dan umat muslim.
Selain itu juga hari lebaran bersama keluarga ada salah satu tradisi ziarah kepada sanak saudara yang sudah meninggal dunia setelah shalat idul fitri seperti tabur bunga, mengaji yasin dan berdoa sebagai bentuk mendoakan arwah yang sudah tiada.
Seperti yang di lakukan putra pasarean ini yang berziarah ke makam alm bapak nya, anak muda ini bercerita sedikit tentang bagaimana rasanya lebaran tanpa bapak, apalagi bapak adalah sebuah pencerah dan penerang dalam pemberi solusi dalam hal apapun yang saya tanyakan. Namun 2-3 tahun berlalu kini tidak bisa lagi bertanya dan berdiskusi sehari-hari nya, tapi ini lah yang harus saya jalani dengan berkunjung ke rumah terakhir almarhum bapak dan mendoakannya, karena setiap yang hidup pasti akan mati kelak juga saya akan seperti ini. Cawang sapaan akrabnya menambahkan sudah saatnya segala perbedaan yang terjadi dalam kehidupan harus di hilangkan, marilah kita rajut kembali persatuan dan kesatuan untuk lebih memaksimalkan ibadah kita sehari hari, karena Kebahagiaan Lebaran selalu membawa Kedamaian.
Lebaran adalah hanya sebuah momen tapi silaturahmilah yang tetap harus terjalin sepanjang hari. Putra pasarean itu pun mengajak yang paling terpenting segala perbuatan dan prilaku di bulan ramadhan kembali di aplikasikan dalam kehidupan sehari hari dan bermasyarakat. (Ary)
Apr 16, 2026 0
Apr 06, 2026 0
Mar 21, 2026 0
Mar 19, 2026 0
Apr 16, 2026 0
Apr 06, 2026 0
Mar 21, 2026 0
Mar 19, 2026 0
Apr 16, 2026 0
Ajang perlombaan tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan...
Apr 06, 2026 0
Meski tidak terlihat meriah dan semarak, namun tetap ada...
Mar 21, 2026 0
Tidak kurang dari 106 anak yatim/piatu mendapatkan santunan...
Mar 19, 2026 0
Kepala SDN 04 Katulampa, Ibu Siti Nuraeni, S.Pd.SD...
Mar 19, 2026 0
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengundang anak-anak yatim dari...