Bogor. Pesta demokrasi melalui pemilihan kepala Desa merupakan wujud kebersamaan untuk menentukan seorang pemimpin wilayah di Desa Sumur Batu Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor yang berlangsung diwilayah Desa Sumur Batu terbagi 3 Zona untuk 12 TPS.
Sementara menurut Pejabat Kades Desa Sumur Batu, Iskandar diruang kerjanya pada Minggu 20/12/2020, mengatakan, saya menjabat kepala Desa yang di tugaskan dan di lantik oleh Bapak Camat dan Bupati Kabupaten Bogor untuk mengisi kekosongan karena habisnya masa jabatan nomer urut 3 di awal tahun ini dan pada saat itu penggantian pejabatnya bukan saya, tetapi teman saya, saya masuk di tanggal 13 Agustus ketika program pilkades tidak berjalan, kemudian kapasitas penanggung jawab secara umum Kepala Desa.
Ketika saya masuk sebagai pejabat Kepala Desa Sumur Batu sudah terbentuk panitia pilkades, artinya tinggal mengoptimalkan kinerja nya saja, di bulan agustus september pembukaan pendaftaran calon, pada akhirnya kita realisasikan pada masyarakat dari Sumur Batu maupun di luar Sumur Batu boleh mendaftarkan untuk pencalonan Kades
Untuk suara hak pilih 5.809 pemilih tersebut tersebar di 12 TPS, per TPS maximal 500 pemilih, awalnya ada 9 TPS menjadi 12 TPS, karena di 3 minggu terakhir itu munculah peraturan dari Kemendagri tahun 2020. Setalah dilakukan kajian ternyata ada pelanggaran lebih dari 600 suara. Akhirnya kita rapat di Desa bekerja sama dengan panitia kita komunikasi untuk perubahan jumlah suara per TPS menjadi maximal 500.
Namun berdasarkan letak geografis sudah di sosialisasikan kepada Kepala Desa tinggal acara pormal nya kita tentukan. Perubahan yang tadinya 9 TPS menjadi 12 TPS yang tadinya 672 suara menjadi 500 suara, kemudian sampai terakhir penetapan calonnya alhamdulillah lancar gaada ekses apapun pada saat kita kawal, karena temen temen media juga turut mengawal informasi yang saya sampaikanlah.
Sekarang kondisi berbeda kalo Pilkades dulu di kosentrasikan satu titik tanpa mikirin masker. Sekarang itu kita atur sedemikian rupa hasil rapat panitia juga di undang terus Kepala Desa kapasitas tertentu juga di undang itu sudah ter pormulakan kita ada aturan yang mengacu pada pem69 itu mengatur detail protokol kesehatan masalah kampanye dilarang berkerumun. Untuk penyelenggaraan hari ini setiap TPS kita menyiapkan tempat mencuci tangan 3M. Pas sekali perintah Bupati tidak boleh berkerumun.
Sebetulnya kita sudah menyampaikan itu bukan di pilkades doang di rapat kita sampaikan bahwa masker harus dipakai. Tetapi kita mengantisipasi karena sudah ada yang sepuh ada yang kake kake nene nene mungkin ada realisasi tentang covid belum merata tapi tidak sejumlah 5.879 paling sekian persennya. Kita gaingin terkait protokol kesehatan ini menghilangkan hak pilih artinya protokol kesehatan disetiap awal masuk itu sudah di thermogund cek suhu diatas 37 pasilitasi bukan suruh pulang. Kita perlakukan istimewa kita istirahatkan dulu ketika harus di cek ulang itu cek ulang. Kemudian menjaga jarak setelah itu memakai disinspekstan tetapi semua dibekali sarung tangan sekali pakai untuk lebih menimalisir covid. Pada intinya kita gunakan protokol kesehatan memaksimalkan protokol kesehatan.
Inikan pembelajaran Demokrasi di setiap tahunnya kesadaran masyarakat terkait administrasi kependudukan menjelang pemilihan. Kenapa sejak awal pilkades dilaksanakan karena pembelajaran Demokrasi kita akan membuat masyarakat juga kepatuhan atas saran saran atau perintah protokol kesehatan ada juga yang di endahkan karena mereka mengnyangkut pihak. Ketika mereka kena menyebabkan penularan. Harapan secara umum kita ingin mempunyai pemimpin yang ektalibitasnya dari poin poin perolahannya. Yang poin perolehannya tinggi yang mempunyai motivasi banyak hal. Banyak terjadi inovasi pemimpin mempunyai banyak inovasi yang akan mewujudkan Sumur Batu lebih sejahtera masrayakatnya.
(Andy)
Apr 16, 2026 0
Apr 06, 2026 0
Mar 21, 2026 0
Mar 19, 2026 0
Apr 16, 2026 0
Apr 06, 2026 0
Mar 21, 2026 0
Mar 19, 2026 0
Apr 16, 2026 0
Ajang perlombaan tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan...
Apr 06, 2026 0
Meski tidak terlihat meriah dan semarak, namun tetap ada...
Mar 21, 2026 0
Tidak kurang dari 106 anak yatim/piatu mendapatkan santunan...
Mar 19, 2026 0
Kepala SDN 04 Katulampa, Ibu Siti Nuraeni, S.Pd.SD...
Mar 19, 2026 0
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengundang anak-anak yatim dari...