Terhambatnya pasokan air bersih kepada pelanggan memang kerap terjadi terkait adanya berbagai faktor yang menjadi penghambatnya, salah satunya adalah pelanggan PDAM Tirta Kahuripan yang tinggal di Desa Bitungsari RT 02/04 Kecamatan Ciawi yang mengalami hal seperti tersebut diatas. Namun dengan cepat dan tanggap pihak PDAM Tirta Kahuripan segera menerjunkan karyawannya di lokasi untuk dilakukan pengecekan secara langsung kondisi pipa yang untuk distribusi air ke Desa Bitungsari Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor.
“Merespon keluhan pelanggan di wilayah ini kami langsung mengirim dua pegawai yakni Agus Riyanto dan Joko Siswanto untuk melakukan pengecekan sekaligus memperbaiki apa-apa yang rusak agar air bersiih bisa kembali mengalir di desa Bitungsari. Memang di wilayah ini air bersih tergolong kurang lancar namun bukan berati tidak ada pasokan air kemari hanya saja karena adanya hambatan maka aliran mengalami keterlambatan, Jadi isu yang mengatakan jika air tidak mengalir semenjak September itu tidak benar, biasanya tidak lancarnya aliran air terjadi saat jam-jam sibuk karena memang banyak yan memakai, tapi kalau sudah malam biasanya air melimpah kembali dan mengalir ke pemukiman warga secara merata lagi,”ungkap Agus Riyanto selaku Kepala Humas PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu kepada sejumlah media.
Masih kata Agus, jika aliran air yang menuju lokasi Desa bitungsari dan sekitarnya itu berasal dari air bawah tanah bukan permukaan yang belakangan ini debitnya mengalami penurunan. “Untuk itu kami pihak PDAM sedang mencari sumber mata air baru untuk mengatasi berkurangnya pasokan air bersih ke Desa bitungsari Kecamatan Ciawi ini. Namun tentunya ini memakan waktu yang agak lama karena tentunya selain harus membutuhkan alat yang lebih canggih dan lebih banyak kami juga harus melihat kondisi lingkungan yang semakin sempit karena semakin banyaknya jumlah penduduk yang tentunya mempersempit area yang bisa digunakan untuk daerah resapan air bersih,” terangnya.
Agus menjelaskan, jika banyaknya areal terbuka yang kini di bangun untuk perumahan dan bangunan perkantoran menyebabkan sumber mata air menurun drastis karena air hujan tidak bisa lagi meresap ke tanah tapi langsung mengalir ke sungai karena ruang terbuka sudah menjadi barang mahal dan makin langka.
Sebagai informasi pada tahun 2017 ini PDAM Tirta Kahuripan disuntik dana segar sebagai tambahan penyertaan modal pemerintah sebesar 100 miliar. Penyertaan modal tambahan ini diunakan untuk menambah pelanggan baru. Jumlah konsumen air bersih setelah di bagi dengan PDAM Tirta Asasta hanya tersisa 127 ribu lebih, di akhir Desember mendatang pihak PDAM Tirta Kahuripan menargetkan jumlah pelanggan mampu mencapai 136 ribu lebih. (WI)
Apr 16, 2026 0
Apr 06, 2026 0
Mar 21, 2026 0
Mar 19, 2026 0
Apr 16, 2026 0
Apr 06, 2026 0
Mar 21, 2026 0
Mar 19, 2026 0
Apr 16, 2026 0
Ajang perlombaan tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan...
Apr 06, 2026 0
Meski tidak terlihat meriah dan semarak, namun tetap ada...
Mar 21, 2026 0
Tidak kurang dari 106 anak yatim/piatu mendapatkan santunan...
Mar 19, 2026 0
Kepala SDN 04 Katulampa, Ibu Siti Nuraeni, S.Pd.SD...
Mar 19, 2026 0
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengundang anak-anak yatim dari...