Syaban Maulana, Direktur Teknik PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor didampingi Manager NRW, Transmisi dan Disribusi, Danny Rakhmawan pada Kamis (23/08/18) lalu mengatakan, jika untuk menekan angka kehilangan air, Perusahaan Air Kota Bogor ini membentuk Tim Pelacak Kebocoran, yang mana tim ini memang dikhususkan untuk dapat menekan angka kebocoran air hingga dibawah 25 persen.
“Tim ini dibentuk dibawah struktur asisten Manager Non Revenue Water (NRW) yang terbagi kedalam empat supervisor atau koordinator yang bertugas secara bertahap,” ujar Syaban.
Selanjutnya Syaban menjelaskan, jika dalam struktur tersebut, pertama adalah Supervisor Water Balance yang akan menghitung kehilangan air, lalu kedua adalah Distrik Meter Areal (DMA) untuk mengidentifikasi wilayah tingkat kebocoran tinggi dengan membuat cluster yang berfungsi mempersempit masalah kebocoran. Lalu yang ketiga adalah Supervisor Active Leakage Control (ALC) atau pelacakan kebocoran aktif yang tugasnya yakni mencari kebocoran air yang tak terlihat di permukaan tanah dan keempat atau tahap akhir adalah supervisor Perbaikan Kebocoran Air.
“Pembentukan tim ini merupakam strategi yang ditetapkan oleh perusahaan dan antara Supervisor pun harus saling berkaitan dengan Supervisor lain dalam penanganan kebocoran air ini,” tambah Pria yang akrab disapa Ade ini. Masih kata Ade, selain hal diatas, pihaknya juga membuat jalur manual sebagai antisipasi jika ada kemungkinan apabila Water Balance dan DMA misalnya, masih melakukan analisa belum keluar hasil maka Supervisor dan yang lain tetap harus mencari sehingga tidak perlu menunggu order tapi inisiatif. Keempat supervisor ini secara rangkaian harus tetap berjalan.
Seperti diketahui, saat ini tingkat kebocoran air di PDAM Tirta Pakuan saat ini berada di angka 30 persen dan mengalami kenaikan dari sebelumnya yang mampu ditekan hingga angka 28 pada tahun 2017. “Yang mana kebocorah air ini dikarenakan beberapq faktor seperti pengaruh dari kondisi pipa yang sudah lama, lalu faktor lain meter banyak yang macet, banyaknya kebocoran yang tidak tampak di permukaan, ada kemungkinan Ilegal Konsumsi walaupun untuk yang terakhir ini peluangnya sedikit,” beber Syaban lagi.
Memang, sambung Syaban, tingkat kebocoran air di perusahaannya saat ini masih tinggi, yang mana seharusnya dibawah angka 25 persen. “Untuk itulah melalui tim ini kami akan terus berupaya menurunkan tingkat kebocoran air. Tim Pelacak Kebocoran kita dukung dengan alat pendeteksi ultrasonic dan ground micropone. (wi)
Apr 30, 2026 0
Apr 16, 2026 0
Apr 06, 2026 0
Mar 21, 2026 0
Apr 30, 2026 0
Apr 16, 2026 0
Apr 06, 2026 0
Mar 21, 2026 0
Apr 30, 2026 0
Keberadaan fasilitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)...
Apr 16, 2026 0
Ajang perlombaan tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan...
Apr 06, 2026 0
Meski tidak terlihat meriah dan semarak, namun tetap ada...
Mar 21, 2026 0
Tidak kurang dari 106 anak yatim/piatu mendapatkan santunan...
Mar 19, 2026 0
Kepala SDN 04 Katulampa, Ibu Siti Nuraeni, S.Pd.SD...