Proyek Double Track berimbas pada desain dua pipa utama milik PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, sehingga mengakibatkan desain pipa perusahaan air milik Kota Bogor ini belum final. Hal ini juga disebabkan karena Balai Perkereta-apian Jawa Barat masih akan memantau dan berkunjung ke wilayah terdampak proyek ini di Kecamatan Bogor Selatan.
Deni Surya Senjaya, Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor mengatakan, finalisasi desain yang berkaitan dengan penyesuaian rencana anggaran biaya untuk relokasi kedua pipa yang terdampak sepanjang 1,5 KM membutuhkan dana sekitar Rp.1 miliar. “Namun karena terkendala adanya longsor di Cigombong dan pihak dari Perkereta-Apian sedang fokus urusan perbaikan, maka pembicaan menyangkut hal ini terpaksa kami tunda dulu,” ungkap Deni pada Senin (25/11/2019).
Deni memperkirakan jika pada saat pengerjaan proyek ini nantinya, pasti akan ada gangguan aliran air bagi para pelanggan di titik-titik tertentu di Kota Bogor.
“Oleh sebab itu, untuk metode kontruksi koneksi pipa akan dibuat selengkap dan sedetail mungkin sehingga akan bisa meminimalisir gangguan aliran air ke rumah-rumah warga,” tegas Deni.
Seperti diinformasikan, jika jaringan dua pipa induk berdiameter 1 meter dan satunya 70 centimeter ini untuk menyalurkan 1.800 liter perdetik air baku ke dua ke Instalasi Air IPA Dekeng dan Cipaku. Kedua IPA selanjutnya mendistribusikan air bersih untuk 120.000 pelanggan atau 70 persen dari 160.000 pelanggan PDAM Kota Bogor ini. (Wi)
Jul 01, 2026 0
Jun 29, 2026 0
Jun 26, 2026 0
Jun 24, 2026 0
Jul 01, 2026 0
Jun 29, 2026 0
Jun 26, 2026 0
Jun 24, 2026 0
Jul 01, 2026 0
SMK-SMAK Bogor turut berpartisipasi dalam Temu Pendidik...
Jun 29, 2026 0
SDN Sukaraja 1 telah melepas 79 siswa-siswinya. Acara...
Jun 26, 2026 0
Yayasan Bina Sejahtera menggelar kegiatan Tasyakur...
Jun 24, 2026 0
MI Nurul Ummah yang berlokasi di Desa Batu Layang Kecamatan...
Jun 21, 2026 0
Dalam rangka memperingati Hari Jadi Bogor yang ke-544,...