Sejumlah 170 sekolah mulai dari SD hingga SMA di Kabupaten Bogor melaksanakan simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) mulai hari ini. Salah satu sekolah yang ditunjuk untuk menggelar simulasi PTM yakni SMAN 1 Ranca Bungur, Kabupaten Bogor.
Simulasi PTM hari ini dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB.Di SMAN 1 Ranca Bungur hari ini total 6 kelas untuk kelas XII yang terdiri dari 4 kelas jurusan MIPA dan 2 kelas jurusan IPS. Dari masing-masing kelas itu, hanya 50 persen dari jumlah siswa yang diperbolehkan belajar di kelas. Yakni sejumlah 18 siswa, dari jumlah seharusnya 36 siswa. Namun, ada beberapa kelas yang hanya dihadiri dua orang dan enam orang siswa setiap kelasnya.
SMAN 1 Ranca Bungur telah menyiapkan protokol kesehatan secara ketat. Mulai dari pemeriksaan suhu kepada siswa dan guru, menyediakan wastafel cuci tangan di depan kelas dan beberapa titik tertentu, serta memasang sekat berbahan akrilik di meja kelas. Siswa juga tidak melakukan cium tangan secara langsung kepada guru.
Humas SMAN 1 Ranca Bungur, Haryati mengatakan, meski sekolah dinilai sudah siap dalam melaksanakan simulasi PTM, namun izin orang tua menjadi salah satu syarat bagi siswa yang hendak mengikuti simulasi ini. Perizinan tersebut, harus diberikan orang tua melalui surat bertandatangan.
“Walaupun sekolah saat ini sudah mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka, tetapi apabila anak tersebut terjadwal masuk dan orang tua tidak mengizinkan, tetap anaknya tidak boleh datang dan tetap mendapatkan pelayanan pembelajaran secara daring,” ujar.
Meski sudah memulai simulasi PTM, Haryati menjelaskan, pelajaran olahraga bisa dilaksanakan. Tak hanya itu, kantin sekolah pun belum dibuka, sehingga para siswa dianjurkan untuk membawa bekal sendiri. Dalam pelaksanaan simulai PTM, guru-guru pun berkeliling ke sekitar sekolah untuk mengawasi jalannya simulasi.
“Kami keliling mengimbau masyarakat agar tetap menjaga jarak, kemudian mengecek apakah membawa makanan atau tidak karena disampaikan sekolah selama masa pandemi Covid-19 ini tidak diperkenankan buka kantin agar tidak ada kerumunan. Pelajaran olahraga pun tidak di lapangan dan ekskul pun masih belum kecuali pramuka dan itupun secara virtual,” ucapnya.
“Semoga ke depannya walaupun nanti sekolah offline, nggak pada nyelepein Covid. Tetap jaga protokol kesehatan,” ucapnya. (vio)
Oct 24, 2026 0
Oct 20, 2026 0
Oct 14, 2026 0
Oct 12, 2026 0
Oct 24, 2026 0
Oct 20, 2026 0
Oct 12, 2026 0
Sep 25, 2026 0
Oct 24, 2026 0
Dugaan keracunan yang menimpa 102 siswa SMPN 2 Cisarua,...
Oct 20, 2026 0
Kepala SDN Gunung Geulis 1 Kecamatan Sukaraja Kabupaten...
Oct 12, 2026 0
BOGOR – Ketua Forum Jurnalis Peduli Publik (FJP2) DPC...
Sep 25, 2026 0
Pemerintah Kelurahan Padasuka, Kecamatan Ciomas, Kabupaten...
Sep 24, 2026 0
BOGOR – Pengurus Pasundan Istri (Pasi) Kabupaten Bogor...