Kesatria Pewaris Silat Nusantara (PSN) Nasional, pada Sabtu-Minggu ((7-8/04/2018) lalu baru saja menggelar Rapat Kerja di YonHubud Cilodong Depok, Jawa Barat. Turut hadir dalam acara ini Edwin, Ketua Umum WN 88 dan para pesilat yang kini masih aktif menjadi anggota PSN. Sigit, Yon HBat Depok, Pelatih Silat yang kini berprofesi sebagai Paspampes mengatakan, jika maksud dari Raker ini selain untuk melakukan pembenahan- pembenahan di intern PSN, juga bertujuan untuk membesarkan dan menaikkan derajat olahraga pencak silat di Indonesia.
“Selama ini olahraga pencak silat masih di pandang sebelah mata oleh sebagian orang, ditambah lagi para pesilat itu sendiri terkadang mereka belum merasa percaya diri ketika orang tahu jika mereka adalah seorang yang menekuni dunia silat atau berprofesi sebagai pelatih silat atau pesilat.
“Padahal semestinya kita bangga, karena selain pencak silat adalah salahsatu olahraga warisan leluhur bangsa kita, juga di dalam olahraga ini kita menemukan banyak sekali manfaat, seperti bisa menjaga diri kita dari aksi kejahatan, juga bisa turut menjaga kesehatan tubuh kita,”papar Sigit kepada awak media. Lanjut Sigit, jika di Jepang profesi sebagai pelatih silat sudah di akui negara dan mereka berhak mendapat Lisensi dan berbagai fasilitas pendukung, maka ke depan saya juga ingin hal ini bisa berlaku bagi pesilat atau pelatih silat di Indonesia.
“Contohnya saya saat ini, sebagai seorang Paspamres saya harus menguasai ilmu silat, karena ini memang menjadi syarat utama bagi kami dan ini berlaku untuk seluruh anggota Paspamrpes,” katanya. Seorang Pesilat, masih kata Sigit, juga bisa menjadi seorang Pendekar. “Pendekar memiliki derajat yang lebih tinggi lagi, yang mana dalam dirinya juga harus menguasai ilmu kanoragan, disamping itu seorang Pendekar juga dituntut untuk bisa melakukan pengobatan jika ada seseorang yang sakit, paham tentang peredaran darah, paham tentang tulang, paham mengenai tenaga dalam, paham mengenai teknik beladiri dan paham tentang seni budaya dan jika ini sudah terpenuhi maka dirinya layak di sebut juga sebagai pesilat yang sejati dan tangguh dan secara otomatis juga bisa di sebut sebagaj Pendekar Sejati,” terang Sigit.
Sigit berharap, dengan raker ini bisa membuat olah raga pencak silat semakin jaya dan di minati anak muda masa kini, sehingga kelak dapat terus melahirkan para pesilat dan pendekar yang bisa di banggakan. (Iwang/Wi)
Apr 16, 2026 0
Apr 06, 2026 0
Mar 21, 2026 0
Mar 19, 2026 0
Apr 16, 2026 0
Apr 06, 2026 0
Mar 21, 2026 0
Mar 19, 2026 0
Apr 16, 2026 0
Ajang perlombaan tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan...
Apr 06, 2026 0
Meski tidak terlihat meriah dan semarak, namun tetap ada...
Mar 21, 2026 0
Tidak kurang dari 106 anak yatim/piatu mendapatkan santunan...
Mar 19, 2026 0
Kepala SDN 04 Katulampa, Ibu Siti Nuraeni, S.Pd.SD...
Mar 19, 2026 0
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengundang anak-anak yatim dari...