Menghadapi situasi yang serba tidak menentu saat wabah virus berbahaya seperti sekarang ini, kita semua dituntut untuk mampu beradaptasi dan menyesuaikan diri. Termasuk dalam dunia pendidikan, negara kita mau tak mau harus berani mengambil langkah yang sebelumnya mungkin tak pernah terbayangkan oleh siapapun. Tapi hal tersebut harus dilakukan demi menyelamatkan kita semua dari keganasan Virus Corona (Covid-19) yang sampai saat ini masih merajalela dan merenggut banyak korban jiwa.
Joko Mustiko, Kepala SMKN 2 Kota Bogor saat ditemui pilarnews.web.id pada Senin (2 7/7/2020) mengutarakan, jika didalam situasi saat ini, kita semua, tanpa kecuali tengah dihadapkan pada kondisi yang sangat berat.
“Apalagi dalam dunia pendidikan, kami yang sebelumnya bisa mengadakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan wajar dan normal, kini tiba-tiba semua harus dihentikan secara serentak. Bahkan pembelajaran jarak jauh dan sistem belajar yang kesemuanya harus menggunakan aplikasi Hand Phone (HP) kini harus dijalankan. Tidak ada lagi, setiap pagi siswa-siswi berbondong-bondong datang ke sekolah untuk menuntut ilmu dan siang/sorenya mereka pulang dalam waktu yang relatif bersamaan. Sekarang semua bisa dilakukan di rumah masing-masing diantara Guru dan murid, cukup dengan HP dan Internet dalam genggaman mereka,” papar Joko.
Joko mengakui, jika semua ini pastilah ada plus minusnya. “Sekarang saatnya para orangtua memegang peranan penting bagi anak-anaknya. Di masa normal, masalah pendidikan, pyur mereka serahkan ke sekolah. Sekarang mereka dituntut untuk turun tangan langsung dalam mendidik termasuk memberikan pelajaran-pelajaran yang biasanya dipelajari siswa ketika di sekolah. Namun dalam situasi Pandemi virus seperti sekarang ini, para orangtua tidak hanya berperan dalam mencari uang/nafkah tapi hal yang tak kalah penting juga harus mampu mengawasi anak-anaknya ketika berada dirumah, sekaligus mengajarkan ilmu pengetahuan kepada mereka sesuai dengan jenjang pendidikan yang kini tengah ditempuhnya,” ujarnya di sekolah.
Joko berharap jika situasi bisa cepat kembali normal dan KBM tatap muka bisa secepatnya dilaksanakan, perkantoran juga bisa buka seperti biasanya, perekonomian juga bisa kembali pulih dan pandemi virus corona bisa secepatnya hilang dan berakhir dari muka bumi khususnya di Indonesia.
“Untuk itu saya berharap kepada semua warga khususnya para orangtua siswa SMKN 2 Kota Bogor untuk selalu bijak dalam menghadapi situasi seperti sekarang ini,
“Jika memang saatnya, anak-anak mereka harus belajar di rumah masing-masing, maka didiklah dan ajarkanlah mereka dengan ilmu dan pengetahuan yang benar. Jangan suka menyalahkan pihak lain apalagi menyalahkan pihak sekolah, jika Guru memberikan tugas dan Pekerjaan Rumah (PR) maka bimbinglah mereka, karena pasti hal itu dilakukan agar kemampuan putra-putrinya bisa terus terasah meskipun harus belajar di rumah. Berkaitan dengan adanya biaya tambahan untuk kuota internet, hal ini sudah lumprah karena sekarang zaman teknologi, pasti semua dituntut untuk bisa beradaptasi dengan situasi yang ada. Lagipula pasti pihak sekolah akan membantu untuk hal ini, semua dilakukan demi kelancaran pendidikan anak-anak Indonesia,” tutup Joko. (Wi)
Apr 16, 2026 0
Apr 06, 2026 0
Mar 21, 2026 0
Mar 19, 2026 0
Apr 16, 2026 0
Apr 06, 2026 0
Mar 21, 2026 0
Mar 19, 2026 0
Apr 16, 2026 0
Ajang perlombaan tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan...
Apr 06, 2026 0
Meski tidak terlihat meriah dan semarak, namun tetap ada...
Mar 21, 2026 0
Tidak kurang dari 106 anak yatim/piatu mendapatkan santunan...
Mar 19, 2026 0
Kepala SDN 04 Katulampa, Ibu Siti Nuraeni, S.Pd.SD...
Mar 19, 2026 0
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengundang anak-anak yatim dari...